Selasa, 26 April 2011

Dirinya

Aku tak mengerti, kadang orang bilang cinta itu datang tiba-tiba tanpa kita sadari.
Cinta juga hadir saat pertemuan pertama. Cinta Akan dimengerti ketika kita kehilangan. Begitu banyak arti cinta. Cinta yang kini kulalui adalah cinta yang tak dimengerti Walau kita dipaksa untuk harus mengerti. Cinta yang tidak tahu kemana arahnya. Pertemuan pertama, aku sangat menghargai itu. Pertemuan dimana kami yang telah berkenalan lama sampai waktu membawa kami untuk bertemu langsung. Pertemuan pertama memang sungguh menggoda, begitulah sering terdengar.
Aku berkenalan dengan dirinya melalui dunia Maya, dimana pada waktu itu begitu hebohnya. Seiring dengan berjalannya waktu, tahun berganti tahun. Dirinya pun pelan-pelan menghilang. Kemudian kita kembali berjumpa di dunia Maya, dunia sosialisasi. Kembali pertemanan itu terjadi. Kita bertukar nomor ponsel agar bisa menghubungi satu sama lain. Namun ini tidak berlangsung lama, dikarenakan masing-masing disibukkan pekerjaan dan lainnya. Seiring pergantian waktu ke waktu membawa umur kita ke tahap kedewasaan. Kami kembali bertemu di dunia sosial yang begitu ngetrend. Sekedar basa-basi, bertanya kabar satu sama lain. Kembali kita bertukar pin smarthphone yang lagi trend di masa Sekarang. Setelah itu, mulailah kami kembali akrab Walau hanya bertanya kabar. Aku tau pekerjaan nya. Pekerjaan yang berbeda denganku. Aku diciptakan untuk bekerja Pagi. Sementara dia bekerja pada Saat Malam. Satu kutipan dari novel karangan Mas Andrei Aksana, " kenapa aku terbuat dari Pagi,Dan kamu malam. Kita berbeda waktu Dan tempat, bagaimana mungkin" yah bagaimana mungkin. Kata itu Sekarang terus mengiang di pikiranku. Bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta kepada dirinya? Aku hanya menganggap dia teman. Tapi cinta pada pandangan pertama mengubah segalanya hanya dalam waktu 1 malam. Aku tau dia dikelilingi oleh banyak wanita. Aku juga tak memintanya untuk menjadikan diriku sebagai kekasihnya. Segalanya berubah ketika diriku bertemu dengan nya di Kota dimana dia bekerja. Kota yang begitu terkenal. Kota yang begitu meresahkan hati. Ada rasa bangga ketika berjalan bersamanya. Tapi ada juga rasa malu. Tak sepantasnya diriku berdiri disampingnya. Tapi karena kekuatan cinta yang sedang melanda diri kami, membuatku terus bertahan di titik ini. Sampai Sekarang, Walau terpisah jarak Dan waktu. Begitu banyak perhatian yang diberikan nya untukku. Apa aku terbuai dengan rayuan gombalnya? Aku berharap apa yang terjadi bukanlah imajinasiku. Namun, Manusia punya titik kesabaran. Aku terus menunggu dirinya Walau kadang menghubungi, kadang menghilang. Kata orang itulah "kekuatan cinta". Ingin sekali diriku melupakan dirinya. Namun apa daya, berusaha pun diri ini melupakan. Semakin kuat kenangan itu muncul. Memang benar, cinta butuh pengorbanan. Sebelum dia mendapatkan, apapun dia lakukan. Setelah dia dapatkan, dia menghindar pelan-pelan. Tapi menurutku dia Bukan seperti itu. Apakah hati Dan mataku telah dibutakan karna dirinya? Pesona apa yang dia berikan hingga aku tak mampu melangkah jauh? Tampang lumayan. Tak Sekeren Christian sugiono. Tapi cinta tidak melihat rupa, penampilan. Aku cinta apa adanya DIRINYA. Tapi pernah kah diriku ini melintas di pikiran atau hatinya? Hingga Saat ini...aku belum dapat menemukan jawaban yang pasti. Dan aku terus berjalan di Atas cinta yang tak berarah Dan berujung ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar